Tampilkan postingan dengan label prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prestasi. Tampilkan semua postingan

Prestasi terus diukir oleh siswa-siswa DIY. Baru-baru ini, sejumlah siswa berhasil menduduki posisi juara dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional tahun 2018 yang dilaksanakan di Surabaya, Minggu sampai Kamis (22-26/7/2018) lalu.  
Mereka adalah Fathan Nasrullah Tavrialdi dari SMP Negeri 4 Pakem yang berhasil menyabet medali emas di bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Lingkungan serta Almira Salsabila Ghassani Asmara dari SMP Negeri 5 Yogyakarta berhasil mendapat medali perak di bidang yang sama. Kemudian adapula Masterino Wissam Wannawijaya dari SMP Negeri 5 Yogyakarta dan Wahyu Sumantri dari SMP Negeri 1 Bantul yang berhasil meraih medali perunggu di bidang IPA dan Lingkungan. Sedangkan, Gusti Bagus Andriyanto dari SMP Negeri 8 Yogyakarta mampu membawa pulang medali perunggu di bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) dan Rekayasa.
"Kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk para guru dan orangtua yang telah membimbing anak-anak dengan sabar sehingga bisa mendapat hasil yang memuaskan dalam OPSI kali ini," ujar Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Dra Mulyati Yuni Pratiwi dalam apel pagi yang berlangsung di kantor Disdikpora DIY, Senin (30/7/2018). Yuni yang juga menyematkan kalung medali ke setiap anak menambahkan, prestasi tersebut kado luar biasa untuk pemerintah provinsi (Pemprov) DIY.
Salah satu siswa dari SMP Negeri 5 Yogyakarta, Almira Salsabila Ghassani Asmara menceritakan, penelitian mereka terinspirasi dari banyaknya sampah sisik ikan di pantai. Padahal, jika diolah, sisik ikan tersebut bisa menjadi penyedap masakan alami dan menyehatkan.
sumber : KR-Jogja

Astra Motor Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan generasi muda berjiwa entrepreneur berbakat melalui kompetisi regional Astra Honda Motor Best Student 2018 (AHMBS 2018). 
Kompetisi ini mempertemukan perwakilan terbaik dari SMA/SMK yang berada di wilayah kerja Astra Motor Yogyakarta yang meliputi DIY, Kedu, dan Banyumas. Final AHMBS 2018 regional Yogyakarta digelar di kantor Astra Motor Yogyakarta (24/7).
Honda Customer Care Center (HC3) Region Head Astra Motor Yogyakarta Djamilah mengungkapkan bahwa ajang AHMBS 2018 tidak hanya memperhatikan latar belakang prestasi akademik perwakilan masing-masing sekolah.. Namun ajang ini juga melihat lebih dekat jiwa dan ketrampilan wirausaha yang dimiliki pesertanya.
“Tema AHMBS 2018 adalah The Millennial Race of Young Entrepreneur. Oleh sebab itu melalui kompetisi ini Kami ingin melihat bagaimana kreativitas generasi milenial diejawantahkan ke dalam berwirausaha. Karya yang memiliki nilai serta berdaya guna bagi masyarakat.”
Kompetisi regional AHMBS 2018 diawali dengan tahap sosialisasi dan roadshow yang dimulai pada pertengahan April 2018. Setelah tahapan ini selesai, peserta diwajibkan untuk mengirimkan karya tulis mereka ke Astra Motor Yogyakarta dengan batas akhir pengumpulan karya pada tanggal 31 Mei 2018. Setelah seluruh karya terkumpul, dewan juri melakukan penilaian karya tulis dan mengumumkan peserta yang berhak melaju ke final AHMBS regional Yogyakarta 2018 pada tanggal 9 Juli 2018. Seluruh peserta yang melaju ke final memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya mereka di depan dewan juri pada tanggal 24 Juli 2018.
Setelah melalui rangkaian seleksi yang ketat, Juara 1 AHMBS 2018 regional Yogyakarta diraih oleh Verliana Stevavai dari SMK YPE Cilacap. Sedangkan Juara 2 diraih oleh Arinda Tasya Avrianti dari SMA Negeri 8 Yogyakarta. Juara 3 dan Juara Harapan berturut-turut diraih oleh Nur Intan Permatasari dari SMA Negeri 2 Wonosari dan Ferdi Yanwar dari SMK YPT 2 Purbalingga.
Sebagai Juara 1 AHMBS 2018 regional Yogyakarta, Verliana Stevavai dari SMK YPE Cilacap akan mewaliki Yogyakarta pada ajang final AHMBS 2018 yang digelar di Jakarta tanggal 31 Juli – 4 Agustus 2018. Dalam kesempatan tersebut Verliana akan bersaing dengan perwakilan terbaik Main Dealer – Main Dealer Honda dari seluruh penjuru nusantara.
Kemenangan Verliana bukanlah tanpa dasar. Kreatifitas dalam menangkap peluang yang tidak dilihat orang lain menjadi nilai plus baginya. Sebagai seorang pelajar yang memiliki jiwa wirausaha, Verliana mengangkat kerupuk Durjon sebagai produk pangan lokal. 
Proyek ini dilatarbelakangi oleh keberadaan tumbuhan Acanthus ilicifolius L. atau dikenal sebagai Durjon yang melimpah di pesisir pantai Cilacap tempat tinggal Verliana, serta fakta bahwa selama ini tumbuhan tersebut hanya digunakan sebagai pakan ternak serta kurang memiliki nilai tambah finansial bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya pengolahan daun Durjon menjadi kerupuk, sumber daya yang melimpah ini dapat dikonsumsi oleh manusia, memiliki nilai tambah bagi perekonomian masyarakat, serta menyehatkan dengan kandungan anti oksidan di dalamnya.